Potong gigi (Bahasa Bali: mepandes, mesangih, atau metatah) adalah sebuah upacara agama Hindu-Bali yang dilakukan ketika seorang anak beranjak dewasa, dan juga dimaknai sebagai bentuk pelunasan hutang orang tua kepada anaknya karena telah mampu menghilangkan enam sifat buruk dalam diri manusia. Upacara ini termasuk dalam rangkaian manusa yadnya.
Ritual yang dilakukan dalam upacara potong gigi adalah meratakan enam gigi bagian atas yang berbentuk taring. Tujuan dari upacara ini adalah untuk mengurangi sifat-sifat buruk (sad ripu).
Metatah biasanya dilaksanakan bersamaan dengan upacara Ngaben, pernikahan, dan Ngeresi, serta hanya dilakukan pada hari-hari tertentu bagi yang bersangkutan.
Untuk informasi selengkapnya terkait pelaksanaan Upacara Potong Gigi, silahkan klik logo WhatsApp di pojok kanan bawah.
Tooth cutting (Balinese: mepandes, mesangih or metatah) is a Hindu-Balinese religious ceremony when a child is growing up, and is also interpreted as the payment of debts by parents to their children because they have been able to eliminate the six vices from human beings. This ceremony includes what is known as the manusa yadnya ceremony. The ritual that is performed when cutting teeth is to scrape the 6 upper teeth in the form of canines. The purpose of this ceremony is to reduce bad character. Metatah is carried out in conjunction with the Ngaben ceremony, weddings, and Ngeresi, and is only carried out on certain days (sad ripu) for those concerned.
To have more detail about this ceremony, please click the WhatsApp icon in the corner right of the page